Jenjang Pendidikan

Selasa, 23 Februari 2010
Ada banyak pilihan dalam jenjang pendidikan di Indonesia ini. Mulai dari mungkin Playgroup, TK, SD, SMP,SMA, dan sekolah lain yang sederajat. Tentunya, semua itu, setiap jenjang memiliki tingkat perkembangan yang berbeda. Bisa dipengaruhi lingkungan , skala materi, skala pemikiran, skala koneksi, dan lain lain.
Secara mayoritas dan umumnya, masyarakat kita memiliki pendidikan lulus secara S3, alias SD, SMP, dan SMA/SMK/ sederajat. Namun, di samping itu, ada beberapa orang yang memiliih menambah pendidikan pra S3 tersebut dengan pendidikan PlayGroup dan TK. Secara psikologis, pendidikan di PlayGroup maupun di TK dapat mengajarkan anak tentang kebersamaan dan cara berkomunikasi dengan orang lain, meski hanya nampak permainan saja.
Namun, secara lain pendidikan tersebut tetap saja dapat dilakukan oleh orang tua dengan cara-cara mereka. Tak sejelek dengan pendidikan di PlayGroup atau TK. Karena kenyataannya, ada beberapa orang yang dulu masuk TK ternyata tak lebih baik dengan orang yang dulu tak masuk TK (maaf, bukan maksud merendahkan).
Setelah itu, anak akan masuk ke jenjang SD, yang mana di SD muncullah komunikasi yang lebih meningkat lagi. Meski diawali dengan proses peningkatan sedikit demi sedikit, jenjang SD sekarang ini pun lebih meningkat dibanding jenjang SD masa lalu. Misalkan, dari segi perkembangan ilmu, dulu bahasa inggris diajarkan mulai kelas 3 SD, namun sekarang sudah diajarkan mulai kelas 1 SD.
Berlanjut ke jenjang SMP, di mana masa SMP merupakn masa pra remaja yang notabenenya pra remaja masih ingin mencari jati diri masing-masing. Pencarian jati diri ini perlu diperhatikan, menginat masa kini suadah banyak kejadian kriminal ataupun amoral yang dilakukan anak-anak masa praremaja. Jika salah jalan sedikit saja, bisa saja sampai ke jurang kerusakan (terutama moral).
Kehidupan pra remaja pun masih berlanjut ke masa SMA, dengan tingkatan yang lebih tinggi lagi. Ditambah lagi kemampuan yang meningkat, dengan pemikirian-pemikiran yang lebih tajam, rasional, dan seterusnya. Kelanjutan seterusnya, bisa kita pikir untuk jenjang selanjutnya.

Positif – Negatif

Setiap hal yang ada memiliki hal-hal positif dan negatif. Nilai positif dan negatif dapat muncul dari kondisi awal hal tersebut dan dari fakta/pengaruh yang timbul mengenai hal tersebut.
Hal tersebut bisa berkaitan dengan setiap sesuatu yang ada di sekitar kita, termasuk dunia perkuliahan.
Pada akhirnya, dunia perkuliahan hampir sama dengan dunia pendidikan lainnya (secara formal: SD, SMP, SMA/SMK/sederajat), karena poin utamanya mempelajari ilmu. Namun, dunia perkuliahan berada di jenjang yang tinggi yang mana jenjang tersebut dapat dilalui dari jenjang yang berurutan.
Perkuliahan pun memiliki nilai positif dan negatifnya, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Perkuliahan bisa bernilai atau memberikan nilai positif bila berkaitan dengan hal-hal seperti berikut:
 dilandasi dengan niat belajar sungguh-sungguh
 menjalin komunikasi yang baik dengan anggota/pengurus kampus
 menjalin relasi yang baik
 memanfaatkan fasilitas yang ada seoptimal mungkin
 dapat mengembangkan ilmu yang ada, dll.
Sayangnya, hal positif tersebut tak selalu berjalan dengan baik. Karena pada kenyataannya, masih ada beberapa mahasiswa yang hanya bersenang-senang semau hati mereka. Beberapa hal yang membuat perkuliahan bernilai negatif yaitu:
 landasan awal memang tidak kuliah (just having FUN)
 tak ada konsentrasi
 didominasi motif hanya untuk main (seperti pacaran, nge-gank,dll)
 kemalasan yang tak kunjung dilawan
 tak bisa mengendalikan gangguan dalam masalah perkuliahan.

Ku Ingin Kuliah



Persiapan kuliah penting adanya. Let's see the motivasi!!!

Persiapan!! Go to....

Senin, 08 Februari 2010
Dunia perkuliahan, dunia yang penuh pengembangan pikir dan lingkungan yang mengglobal. Dunia perkuliahan juga merupakan dunia yang cukup dibilang jenjang tertinggi dalam bidang akademik/pendidikan. Beberapa orang pun masih bertujuan untuk bisa masuk ke jenjang tersebut, dengan beberapa
motif mereka.
Menyikapi hal itu, perlukah kita terutama sebagai pelajar tingkat atas (SMA/SMK/sederajat) mengetahui setiap hal yang berhubungan dengan dunia perkuliahan. Sehingga, kita dapat mempersiapkan segala sesuatunya agar dalam menjalani hari di dunia perkuliahan bernilai manfaat.
Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah mengenai pribadi kita sendiri. Sudahkah kita mengenal pribadi kita? Apakah kita ingin masuk ke dunia pendidikan secara langsung, atau menuju dunia teknik.
Setelah itu, kita juga perlu mempertimbangkan apa saja yang mendukung keahlian kita. Jangan sampai kita masuk ke dunia yang tanpa arah dan petunjuk, serta dunia yang belum kita ketahui secara sederhana saja. Dalam hal ini kita perlu spesifikasi yang tepat dan cermat, karena tidak sedikit pembagian materi di dunia perkuliahan. Sebagai contoh penalaran, jika keahliannya di bidang artistik, sebaiknya masuk dunia artistik, bukan ke dunia teknik komputer.
Selanjutnya, hal yang tak patut dilupakan adalah kita harus mengukur antara kemampuan dan kemauan kita. Apabila memang kemampuan kita (dalam hal pembiayaan), maka kita harus bersabar dan berusaha mendapat jalan yang terbaik, untuk sekarang maupun ke depan. Namun, bila kemampuan tersebut menyangkut pemikiran kita, kita masih bisa berusaha sembari mengikuti perkuliahan, dan jangan dilepaskan untuk tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam dunia perkuliahan, masih terdapat tingkatan-tingkatan, seperti Diploma (I,II,III), Strata, dst. Hal tersebut penting karena beberapa lowongan pekerjaan memberikan spesifikasi tingkat ‘title’. Semakin tinggi ‘title’, kemungkinan bidang yang diberikan juga semakin bertaraf.
Menyinggung masalah pekerjaan, dengan adanya spesifikasi lowongan yang bervariasi, jika kita memiliki keahlian yang lebih terlatih dari dunia perkuliahan. So, what’s your preparation? (han)


 

Browse

Quote Inside

Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)

Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat. (HR. Al-Baihaqi)

Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.— Nelson Mandela

Hananser